Tuesday, May 17, 2016

Menemukan "aku" dalam dirinya




Hari ini aku membaca sebuah buku yang berjudul
 " Adolescence; continuity, change, and diversity" karya Cobb 2007.

ada kalimat menarik yang akhirnya aku foto dan aku analysa sejenak.
Di buku tersebut disebutkan terdapat beberapa theori yang mempercayai bahwa perempuan menemukan identitas diri (self identity) ketika mereka menjalani a relationship. Dengan kata lain, partner yang dipilih seorang perempuan mempunyai peran penting dalam membantunya menemukan " siapa dia sebenarnya". Namun hal tersebut tidak berlaku pada laki-laki karena mereka menemukan "siapa dirinya yg sebenarnya" atau self identity terlebih dahulu sebelum memutuskan membangun relationship dengan seseorang.
" accept changes in partner's self-definition" menjadi kunci untuk membangun a lasting relationship.
great....kebayang enggak sih kalau dua-duanya punya teori menemukan self identity yang sama?!
habis piring di dapur!
Wajar bila lelaki dikatakan Imam dalam sebuah keluarga, sebagai mana analogi imam shalat yang gerakannya diikuti para makmum.
semakin banyak yang kita pelajari, semakin kita sadar Allah ngatur kehidupan sedemikian rapi.
have a nice weekend